Petaling - Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperkuat rasa kekeluargaan di bulan Ramadhan. Salah satunya dengan mengadakan buka puasa bersama seperti yang dilakukan oleh keluarga besar Ma’had Al-Jami’ah di Aula Ma’had pada Rabu, 20 Maret 2024.
Kegiatan ini diikuti oleh keluarga besar Ma’had AL-Jami’ah, yaitu anak, istri, dan suami para pengelola Ma’had dan seluruh Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah.
Kepala Ma’had AL-Jami’ah Ustadz H. Winarno, M.H.I., C.Med menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari cara memaknai bulan suci Ramadan yang tujuannya untuk meningkatkan iman dan takwa, memperkuat rasa kekeluargaan dan kebersamaan. “Melalui semangat kebersamaan dan pengetahuan spiritual yang kita miliki, diharapkan dapat menjadi momen untuk meningkatkan ibadah yang tak terlupakan di bulan Ramadan,” ucapnya.
Selain itu, beliau menyampaikan dalam tausiahnya pentingnya menjaga iman dan takwa serta perlunya untuk memperkuat ketakwaan melalui ibadah-ibadah, terutama di bulan suci Ramadan ini.
“Taqwa berasal dari kata Bahasa Arab ‘khosyah’ yang berarti takut, secara makna bisa diperluas lagi, takwa adalah melaksanakan semua perintah, menjauhi larangan, dalam Al-Qur’an pun membahas tentang takwa yang bermakna sesungguhnya orang yang bertakwa itu tak hanya dekat dengan Allah saja sang pencipta, tapi juga dekat dengan surgaNya,” ucapnya.
Dia melanjutkan, ada 4 kategori dimana manusia disebut orang bertaqwa. Pertama, Awwabin (orang yang cepat kembali), seseorang awwabin itu merupakan orang cepat termotivasi kembali dari kemaksiatan yang dilakukan, tidak terjerumus terlalu dalam, tanpa ragu tanpa berpikir dia cepat bertaubat.
Kedua, hafidz, biasanya hafidz itu dikaitkan sebagai makna penghafal Al-Qur’an, akan tetapi dalam kaidah taqwah, hafidz merupakan pribadi Muslim yang mampu menjaga segala sesuatu yang dititipkan kepadanya, sebagai orang yang bertaqwa, wajib kita menjaga tauhid kita, ibadah kita. Bentuk ketaqwaan kita adalah menjaga Amanah itu.
Ketiga, hasyyah rahman (rasa takut kepada rahman), ini rasa takut yang dibagun atas kecintaan kepada Allah sebagai ar-rahman (maha pengasih). Sebagai muslim, mengenal Allah itu penting, jika memang Allah itu ghaib, Allah kasih petunjuk keberadaannya kepada makhluk-Nya, seperti adanya bumi, langit, siang, malam dan semua tanda-tanda alam semesta itu merupakan bukti keberadaan Allah. "Kalau kita tidak mengenal Allah itu bisa repot," tukasnya.
Keempat, orang yang bertaqwa itu senantiasa merenung, makannya hati mereka senantiasa bertaubat, hatinya selalu lapang untuk menerima kebenaran, sehingga orang-orang yang memiliki ketaqwaan yang besar kepada Allah maka surga akan senantiasa menantinya. "Allah mempersilahkan kepada orang-orang yang bertaqwa untuk masuk ke surga. Jadi, bukan kita yang menggapai surga, tapi surga yang datang sendiri kepada kita,” ucapnya