Bangka - Wakil Rektor I IAIN SAS Bangka Belitung Prof. Dr. H. Hatamar Rasyid, M.Ag menilai kegiatan Dzikir Akbar sebagai aktivitas positif bagi civitas akademika dan masyarakat luas. Hal itu disampaikannya dalam sambutan pada dzikir akbar menyongsong Tahun Baru 2026 di halaman Ma’had Aljamiah, Rabu (31/12/2025) malam.
Menurut Prof. Hatamar, pergantian tahun perlu dimaknai sebagai momentum evaluasi diri. Ia mengutip sebuah hadis yang menyebutkan, orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin tergolong beruntung, sedangkan yang keadaannya lebih buruk termasuk orang yang merugi.
Ia menegaskan, pembinaan di Ma’had Aljamiah memiliki dampak jangka panjang. Proses pendidikan dan pelatihan di ma’had akan membekas setelah mahasiswa kembali ke masyarakat.
"Kehidupan berasrama dinilai efektif membentuk karakter dan kepribadian mahasantri," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan dalam kehidupan mahasiswa. Disiplin diterapkan untuk kebaikan bersama, disertai sistem penghargaan dan sanksi.
Menurutnya, pola tersebut bertujuan menumbuhkan tanggung jawab dan kesadaran diri.
"Mahasantri dilatih hidup mandiri selama tinggal di ma’had," tuturnya.
Ia mengajak mahasiswa bersyukur dapat menempuh pendidikan berasrama karena memiliki nilai dan pengalaman tersendiri. Asrama menjadi ruang pembelajaran menuju kedewasaan.
Dalam sambutannya, Prof. Hatamar juga mengingatkan agar tradisi baik yang telah berjalan di Ma’had Aljamiah terus dilanjutkan.
Ia menutup sambutan dengan pesan optimistis. Setiap kebaikan, menurut dia, pasti mendapat balasan.
"Dzikir akbar diharapkan menjadi penguat spiritual sekaligus peneguh komitmen mahasiswa dalam menyongsong tahun baru dengan sikap lebih baik," kata Prof. Hatamar kepada ratusan mahasiswa yang hadir.