Bangka - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti lingkungan Ma'had Al-Jami'ah dalam kegiatan Penutupan Yasinan dan Do’a Bersama yang dilaksanakan di aula utama Ma'had. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian pembinaan ruhiyah rutin yang selama ini diikuti oleh para mahasantri, sekaligus momentum persiapan spiritual dalam menyambut bulan penuh berkah.
Sejak sore hari, para mahasantri telah berkumpul dengan penuh antusias. Lantunan ayat-ayat suci Surah Yasin menggema dengan tartil dan penuh penghayatan. Kekhusyukan semakin terasa ketika doa-doa dipanjatkan secara bersama-sama, memohon keberkahan usia, kesehatan, kelancaran studi, serta kesempatan untuk bertemu dan mengisi bulan Ramadhan dengan amal terbaik.
Kegiatan Yasinan dan Do’a Bersama ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari pembentukan karakter spiritual mahasantri di lingkungan Ma'had Al-Jami'ah. Selama ini, kegiatan tersebut menjadi wadah mempererat ukhuwah, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta memperkuat hubungan vertikal kepada Allah SWT.
Dalam sambutannya, H. Winarno, M.H.I., C.Med., selaku Kepala Ma'had Al-Jami'ah, menyampaikan pesan dan kesan mendalam kepada seluruh mahasantri. Beliau mengungkapkan rasa syukur atas konsistensi dan semangat para mahasantri dalam mengikuti kegiatan Yasinan sepanjang periode pembinaan.
Beliau menyampaikan bahwa menjelang Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melakukan muhasabah diri. “Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang bagaimana kita membersihkan hati, memperbaiki niat, serta meningkatkan kualitas ibadah. Apa yang telah kita biasakan di Ma'had melalui Yasinan dan doa bersama hendaknya menjadi bekal untuk memasuki bulan suci dengan hati yang siap,” tutur beliau.
Dalam pesannya, beliau juga menekankan pentingnya menjaga semangat ibadah selama Ramadhan, baik ketika berada di lingkungan Ma'had maupun saat kembali ke rumah masing-masing. Mahasantri diharapkan tetap menjaga shalat berjamaah, tilawah Al-Qur’an, adab kepada orang tua, serta konsistensi dalam menjaga akhlak.
Beliau juga berpesan agar para mahasantri menjadikan Ramadhan sebagai momentum peningkatan kualitas diri, bukan hanya secara spiritual tetapi juga dalam disiplin dan tanggung jawab sebagai penuntut ilmu. “Mahasantri Ma'had Al-Jami'ah harus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Tunjukkan bahwa pembinaan yang kalian terima di sini tercermin dalam sikap, tutur kata, dan perbuatan,” tambahnya.
Sebagai penutup, H. Winarno, M.H.I., C.Med., menyampaikan kesan bahwa kebersamaan dalam Yasinan dan doa bersama telah menghadirkan ikatan emosional dan spiritual yang kuat antara pengelola dan mahasantri. Beliau berharap nilai-nilai kebersamaan tersebut tetap terjaga meskipun aktivitas Ma'had memasuki jeda menjelang Ramadhan.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin secara khusyuk, memohon agar seluruh keluarga besar Ma'had Al-Jami'ah diberikan umur panjang, kesehatan, serta kemampuan untuk menjalankan ibadah Ramadhan dengan penuh keikhlasan dan keistiqamahan.
Kegiatan Penutupan Yasinan dan Do’a Bersama ini menjadi simbol kesiapan spiritual mahasantri dalam menyambut Ramadhan. Dengan hati yang lebih bersih dan niat yang diperbarui, diharapkan seluruh mahasantri dapat menjalani bulan suci dengan semangat ibadah yang lebih kuat, menjadikan Ramadhan sebagai titik tolak perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa dan berakhlak mulia.