Mengingat kematian, Mahasantri Rutinkan Yasinan dan Do’a Bersama

avatar Umi Habibah
Umi Habibah

107 x dilihat
Mengingat kematian, Mahasantri Rutinkan Yasinan dan Do’a Bersama

Petaling [Kamis, 12/12/24], dalam kegiatan rutin Kamis malam atau malam Jum'at merupakan malam yang dipenuhi keberkahan bagi keluarga besar Ma’had Al-Jami’ah. Dalam banyak riwayat hadist Shohih mengatakan hari Jum'at memiliki banyak keutamaan dan merupakan rajanya hari-hari (sayyidul ayyam). Termasuk pada malam Jum'at yang terdapat waktu mustajab untuk melantunkan do'a.

Kegiatan kali ini dipimpin oleh Kepala Ma’had bapak H. Winarno, M.H.I dan beberapa Staf Pengelola. Selain kegiatan Yasinan dan Do’a bersama, Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah menampilkan kultum menggunakan tiga Bahasa setelah melaksanakan do’a bersama. Adapun tujuan dari kultum ini untuk melatih kepercayaan diri Mahasantri untuk tampil di depan publik. 

H. Winarno, M.H.I selaku Kepala Ma’had menyebutkan bahwa selain kegiatan rutinan Yasin dan Do’a bersama, juga diselingi dengan kultum singkat yang disampaikan oleh Mahasantri secara bergiliran menggunakan tiga bahasa, diantaranya Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan bahasan Indonesia. Kultum ini membahas tentang kematian.

Pada malam ini kultum yang bertema “Kematian” disampaikan begitu semangat oleh Mahasantri Nadya Syafa (Bahasa Inggris), Nur Aisyah (Bahasa Arab), dan Asih Afriani (Bahasa Indonesia). Pasalnya, para jama’ah begitu seksama mendengar penyampaian Mahasantri tersebut. Sebab sejatinya, setiap manusia, umumnya makhluk hidup yang diciptakan Allah pasti akan mati. Sesuai dengan penggalan firman Allah yang berbunyi “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati…” (QS. Ali Imran: 185). 

“Maka dari itu, sudah seharusnya kita harus menyiapkan kematian sejak sekarang. Dengan apa? Tentu dengan mengamalkan perbuatan yang baik seperti menyiapkan amal jariyah, rajin ibadah, dan menghindari segala bentuk dosa yang dilarang” ucap Mahasantri Asih dalam kultumnya. 

Kepala Ma’had mengapresiasi dan mendukung kegiatan Yasinan dan do’a bersama yang dilakukan oleh Mahasantri Ma’had Al-jami’ah, dimana merupakan upaya menjaga dan melestarikan tradisi baik sebagai bekal di Masyarakat, sebagi identitas Mahasantri yang taat beribadah dan berdo'a, termasuk mendo'akan para arwah.