Bangka - Kegiatan menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H di lingkungan Ma’had Al-Jami’ah IAIN SAS Babel berlangsung dengan penuh khidmat, kebersamaan, dan semangat ukhuwah Islamiyah. Seluruh mahasantri tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan pembinaan spiritual sekaligus penguatan karakter religius.
Momentum Ramadhan tahun ini diawali dengan kegiatan sahur bersama yang istimewa. Tidak sekadar menikmati hidangan, para mahasantri turut serta dalam proses memasak bersama di dapur asrama. Sejak dini hari, suasana Ma’had telah dipenuhi aktivitas; sebagian mahasantri menyiapkan bahan makanan, ada yang memasak nasi, mengolah lauk-pauk, hingga menata hidangan secara gotong royong. Kebersamaan dalam memasak ini menjadi simbol nilai ta’awun (tolong-menolong) dan melatih kemandirian serta tanggung jawab.
Hidangan sederhana yang disiapkan bersama terasa begitu istimewa karena lahir dari kerja sama dan kebersamaan. Tawa, canda, dan semangat kebersamaan menyatu dalam suasana hangat menjelang waktu imsak. Sahur bersama ini bukan hanya tentang mengisi energi fisik, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antar mahasantri.
Kepala Ma’had Al-Jami’ah IAIN SAS Babel, H. Winarno, M.H.I., C.Med., menyampaikan bahwa Ramadhan adalah madrasah ruhiyah yang melatih keikhlasan, kedisiplinan, serta kepedulian sosial. Beliau menekankan bahwa kegiatan sahur bersama dan memasak bersama bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari pendidikan karakter yang harus dimaknai secara mendalam.
“Ramadhan adalah momentum untuk memperbaiki diri. Jangan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga hati, lisan, dan perbuatan. Jadikan Ma’had ini sebagai tempat menempa akhlak dan memperkuat nilai-nilai spiritual,” pesan beliau kepada seluruh mahasantri.
Selama bulan Ramadhan, Ma’had Al-Jami’ah juga mengagendakan berbagai kegiatan keagamaan, di antaranya shalat tarawih berjamaah, kultum (kuliah tujuh menit) oleh mahasantri secara bergiliran, serta tadarus Al-Qur’an setiap malam setelah shalat tarawih. Kegiatan kultum menjadi sarana melatih keberanian berbicara di depan umum sekaligus memperdalam pemahaman keislaman.
H. Winarno, M.H.I., C.Med., juga berpesan agar para mahasantri memanfaatkan Ramadhan sebagai ajang peningkatan kualitas ibadah dan intelektualitas. “Isi malam-malam Ramadhan dengan tadarus, dzikir, dan refleksi diri. Jadikan setiap ayat yang dibaca sebagai cahaya yang menerangi langkah hidup kita. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini,” tuturnya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan, kebersihan lingkungan asrama, serta kedisiplinan dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Ramadhan. Menurutnya, Ramadhan bukan hanya membangun hubungan vertikal kepada Allah SWT, tetapi juga memperkuat hubungan horizontal antar sesama.
Suasana Ramadhan di Ma’had Al-Jami’ah IAIN SAS Babel terasa semakin hidup dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menggema setiap malam. Kebersamaan dalam sahur, berbuka, tarawih, kultum, dan tadarus menjadi pengalaman spiritual yang berkesan bagi seluruh mahasantri.
Dengan semangat kebersamaan dan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan Ramadhan 1447 H menjadi momentum lahirnya generasi mahasantri yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa Qur’ani, siap menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat.