Bangka - Pembentukan karakter religius menjadi tujuan utama dalam pendidikan Islam. Ma’had Al-Jami’ah sebagai lembaga pendidikan keagamaan di lingkungan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada para mahasantri. Upaya tersebut tidak hanya melalui pembelajaran formal di kelas, melainkan juga lewat pembiasaan kegiatan ibadah bersama. Salah satu program rutin yang dilaksanakan adalah pengajian Yasinan dan doa bersama. Kegiatan ini menjadi media penting dalam internalisasi nilai religius sekaligus sarana memperkuat ikatan spiritual dan sosial antar mahasantri.
Pelaksanaan pengajian Yasinan di Ma’had Al-Jami’ah dilakukan secara berjamaah dengan penuh kekhusyukan. Mahasantri membaca Surah Yasin secara bersama-sama yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk keselamatan, kelancaran studi, serta keberkahan hidup. Aktivitas ini memiliki makna mendalam. Dari sisi spiritual, pembacaan Al-Qur’an secara rutin menumbuhkan kecintaan mahasantri terhadap kitab suci dan memperkuat hubungan mereka dengan Allah SWT. Kegiatan doa bersama juga melatih sikap tawakal, ikhlas, serta menyadarkan bahwa segala urusan kehidupan tidak terlepas dari pertolongan-Nya.
Selain aspek spiritual, pengajian Yasinan juga berdampak pada penguatan karakter sosial. Mahasantri terbiasa hadir bersama, duduk dalam lingkaran kebersamaan, dan membaca ayat suci dengan suara lantang yang padu. Dari sini muncul rasa persaudaraan, solidaritas, dan kekompakan. Mereka belajar menghargai waktu, menjaga kekhidmatan acara, serta menumbuhkan sikap saling menghormati. Kebersamaan dalam doa juga menumbuhkan empati, sebab doa yang dipanjatkan tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk sesama.
Kegiatan Yasinan dan doa bersama juga mengajarkan nilai moral. Mahasantri dibiasakan dengan kedisiplinan, sebab kegiatan ini dilakukan secara rutin dan terjadwal. Kedisiplinan hadir dalam waktu yang ditentukan melatih tanggung jawab terhadap kewajiban bersama. Lebih dari itu, kebiasaan melafalkan ayat Al-Qur’an dan doa secara konsisten menjadikan karakter religius bukan sekadar teori, melainkan perilaku yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Pengajian Yasinan dan doa bersama di Ma’had Al-Jami’ah dapat dipandang sebagai praktik pendidikan karakter berbasis spiritualitas. Kegiatan ini bukan sekadar ritual, tetapi memiliki dimensi edukatif yang kuat. Melalui pembiasaan, nilai religius akan terinternalisasi dalam diri mahasantri, membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku Islami. Mereka diharapkan menjadi pribadi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak mulia dan siap menjadi teladan di tengah masyarakat.
Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa kegiatan pengajian Yasinan dan doa bersama merupakan strategi efektif dalam menanamkan karakter religius pada mahasantri. Pembiasaan spiritual ini menghadirkan lingkungan religius yang kondusif, menguatkan ikatan persaudaraan, serta membentuk kepribadian Islami. Ma’had Al-Jami’ah melalui kegiatan ini telah berhasil menghadirkan ruang pendidikan yang seimbang antara intelektual, moral, dan spiritual, sehingga melahirkan generasi muslim berilmu sekaligus berakhlak mulia.