Bangka - Suasana Bulan Suci Ramadhan 1447 H di Ma’had Al-Jami’ah IAIN SAS Babel terasa begitu hidup dan penuh keberkahan. Sejak malam pertama Ramadhan, para mahasantri telah menunjukkan semangat tinggi dalam menghidupkan syiar Islam melalui berbagai kegiatan keagamaan yang terprogram dan terarah. Di antara kegiatan utama yang rutin dilaksanakan adalah kultum (kuliah tujuh menit) secara bergiliran serta tadarus Al-Qur’an bersama setelah pelaksanaan shalat Tarawih berjamaah.
Setiap malam, Aula Ma’had dipenuhi lantunan ayat suci Al-Qur’an dan tausiyah singkat yang disampaikan oleh mahasantri secara bergantian. Program kultum ini tidak hanya menjadi media berbagi ilmu dan pesan keislaman, tetapi juga menjadi sarana pembinaan mental dan keterampilan berbicara di depan umum. Dengan penuh percaya diri, para mahasantri menyampaikan materi seputar keutamaan puasa, keikhlasan dalam beribadah, adab menjaga lisan, pentingnya ukhuwah Islamiyah, hingga refleksi makna Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini disambut antusias oleh seluruh penghuni Ma’had Al-Jamiáh. Setiap mahasantri yang mendapat giliran mempersiapkan materi dengan sungguh-sungguh, menunjukkan keseriusan dalam memanfaatkan Ramadhan sebagai momentum peningkatan kualitas diri. Suasana khidmat terasa ketika kultum berlangsung, sementara suasana hangat dan penuh keakraban kembali terjalin selepas kegiatan.
Usai kultum, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an. Lantunan bacaan yang menggema di Aula Ma'had Al-Jamiáh dan asrama menghadirkan nuansa spiritual yang mendalam, menjadikan malam-malam Ramadhan di Ma’had semakin bermakna.
Kepala Ma’had Al-Jami’ah IAIN SAS Babel, H. Winarno, M.H.I., C.Med., dalam arahannya menyampaikan bahwa Ramadhan adalah bulan pembinaan dan perbaikan diri. Beliau menegaskan bahwa kegiatan kultum dan tadarus bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari proses pembentukan karakter mahasantri yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa Qur’ani.
“Ramadhan adalah madrasah terbaik yang Allah berikan kepada kita. Siapa yang bersungguh-sungguh menjalaninya, maka ia akan keluar sebagai pribadi yang lebih baik. Jadikan kultum sebagai latihan menyampaikan kebenaran dengan hikmah, dan jadikan tadarus sebagai sarana mendekatkan hati kepada Al-Qur’an,” pesan beliau di hadapan para mahasantri.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi ibadah sepanjang Ramadhan, tidak hanya semangat di awal saja. Menurutnya, keistiqamahan dalam mengikuti Tarawih, kultum, dan tadarus merupakan wujud kedisiplinan spiritual yang akan berdampak pada kehidupan akademik dan sosial para mahasantri.
Selain itu, H. Winarno, M.H.I., C.Med., berpesan agar para mahasantri menjaga adab selama bulan suci, baik dalam perkataan, pergaulan, maupun penggunaan waktu. “Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa perubahan. Kurangi hal-hal yang tidak bermanfaat, perbanyak dzikir, perkuat silaturahmi, dan jadikan Ma’had ini sebagai tempat menumbuhkan nilai-nilai keikhlasan serta kebersamaan,” tuturnya.
Kegiatan Ramadhan di Ma’had Al-Jami’ah IAIN SAS Babel ini benar-benar dirasakan sebagai ruang pembinaan ruhiyah dan intelektual. Melalui kultum yang melatih keberanian dan tadarus yang menguatkan kedekatan dengan Al-Qur’an, para mahasantri ditempa menjadi generasi yang siap mengemban amanah keilmuan dan dakwah di tengah masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan bimbingan yang berkelanjutan, Ramadhan 1447 H di Ma’had Al-Jami’ah IAIN SAS Babel menjadi momentum berharga dalam membentuk pribadi mahasantri yang lebih matang secara spiritual, kuat dalam karakter, serta istiqamah dalam menebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.