Bangka - Etika akademik dan pentingnya originalitas dalam penulisan menjadi sorotan utama menjelang pelaksanaan Workshop Penyusunan Jurnal Mahasiswa Ma’had Jami’ah IAIN SAS Bangka Belitung. Tekanan pada integritas ilmiah tersebut ditegaskan sebagai pijakan bagi penguatan kemampuan publikasi mahasiswa ma’had yang terus berkembang.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 20 November 2025, di lingkungan IAIN SAS Bangka Belitung ini mengangkat tema “Etika Akademik dan Originalitas: Melacak Fakta dan Menjaga Makna dalam Penulisan Jurnal Mahasiswa.” Melalui tema tersebut, panitia menargetkan peningkatan kualitas penulisan agar mahasantri mampu menghasilkan karya ilmiah yang faktual, jernih, dan berkarakter akademik kuat.
Kepala Ma'had Al-Jami'ah, Ustadz H. Winarno, M.H.I., C.Med., menegaskan komitmen penyelenggara dalam memperkuat kecakapan menulis peserta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis jurnal bagi mahasantri Ma’had Al-Jamiah, khususnya dalam aspek kepenulisan ilmiah.
"Workshop ini dirancang sebagai ruang penguatan literasi ilmiah yang aplikatif," jelasnya.
Selama pelaksanaan workshop, mahasantri akan mendapatkan materi mengenai metode penelitian yang menjadi dasar penting dalam penyusunan karya ilmiah. Materi tersebut akan disampaikan oleh narasumber yang kompeten di bidangnya, Bapak Rinduan Zain, S.Ag., M.A., Ph.D., dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Menurutnya, kehadiran beliau diharapkan mampu memberikan pemahaman yang terstruktur mengenai proses merumuskan masalah, menyusun kerangka teori, hingga mengolah data secara bertanggung jawab.
Selain itu, workshop ini juga diproyeksikan menjadi ajang penguatan budaya akademik di lingkungan Ma’had Jami’ah.
"Peserta akan diajak memahami bagaimana menelusuri fakta secara tepat, menjaga keaslian gagasan, serta menerapkan etika sitasi yang sesuai standar ilmiah Indonesia," paparnya.
Hal tersebut, lanjut beliau, dinilai penting agar karya ilmiah mahasiswa tidak hanya memenuhi syarat akademik, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan pengetahuan yang jujur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan tradisi publikasi yang lebih kuat di kalangan mahasantri.
Dengan bekal metodologis dan kesadaran etis yang memadai, peserta diharapkan mampu menghasilkan jurnal yang tidak sekadar memenuhi tuntutan akademik, tetapi juga mencerminkan integritas ilmiah yang sesungguhnya.
"Kita berharap mahasantri mampu menghasilkan karya tulis yang memenuhi tuntutan akademik dan punya nilai kontrubusi pada pengembangan ilmu pengetahuan," harapnya.