Tingkatkan spiritualitas, Mahasantri Ma'had Al-Jami'ah rutinkan Yasinan dan Do'a bersama

avatar Umi Habibah
Umi Habibah

176 x dilihat
Tingkatkan spiritualitas, Mahasantri Ma'had Al-Jami'ah rutinkan Yasinan dan Do'a bersama

Petaling - Mahasantri Ma'had Al-Jami'ah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung adakan kegiatan rutin Yasinan dan Do'a bersama. Kegiatan ini dilaksanakan oleh seluruh Mahasantri, beberapa Pengelola Ma'had Al-Jami'ah dan beberapa Mahasiswa IAIN SAS Bangka Belitung. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 16 Mei 2024 dimulai dengan shalat Magrib berjama’ah, dilanjutkan dengan pembacaan Yaasin, Do’a Bersama, penampilan Tausiyah tiga Bahasa yang disampaikan oleh Mahasantri Ma’had Al-jami’ah, kemudian diakhiri dengan shalat Isya berjama’ah. “Kegiatan Yasinan dan Do’a Bersama ini dilakukan setiap pekannya pada hari Kamis Malam, selain itu kami juga mengajak adik-adik Mahasiswa lainnya, kita latih mereka untuk melatih mental dengan memimpin pembacaan Yaasin, memimpin Do’a, tampil ke depan menyampaikan Tausiyah. Harapannya agar Mahasiswa maupun Mahasantri kita terbiasa dan terlatih untuk terjun ke Masyarakat nantinya” ujar Ustadz H. Winarno, M.H.I., C.Med selaku Kepala Ma’had sembari memberikan arahan kepada para Mahasiswa. 

Adapun kegiatan Yaasinan yang dilaksanakan setelah shalat Magrib berjama’ah dipimpin oleh Mahasiswa Lucky, dilanjutkan Do’a Bersama yang dipimpin oleh Mahasiswa Nurul Huda. Kemudian Tausiyah tiga Bahasa ini disampaikan oleh beberapa Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah diantaranya penampilan Tausiyah Bahasa Inggris oleh Mahasantri Nirwana, Bahasa Arab oleh Mahasantri Zalifah, dan Bahasa Indonesia oleh Mahasantri Hera Pramugita. Ketiganya menyampaikan Tausiyah dengan tema yang sama yaitu tentang Idul Adha. Setelah penampilan Tausiyah oleh Mahasantri, Kepala Ma'had Al-Jami’ah menambahkan sejarah singkat dan asal muasal adanya perintah umat Islam untuk berqurban melalui kisah Keluarga Nabi Ibrahim AS yang diberikan cobaan dan nikmat oleh Allah SWT. Beliau juga menyampaikan beberapa point penting yang dapat diambil hikmahnya melalui Ibadah Qurban “ada point penting yang dapat diambil dari sejarah kisah ibadah Qurban melalui ayat al-Qur’an Fashallili rabbika wanhar, yang pertama menjadi orang yang pandai bersyukur melalui shalat, yang kedua Syukur nikmat melalui berbagi dan berqurban. Maka dalam kondisi ini kata Nabi dalam hadistnya shalat kita baik, amal kita baik, harta kita banyak tetapi jika kita pelit maka rusaklah amalan-amalan kita, saya jadi teringat khutbahnya Syaikh Abdul Qadir Jailani bahwa memberi makan orang yang sedang kelaparan lebih baik amalnya dari pada membangun seribu Masjid” Ujar Kepala Ma’had Al-Jami’ah.