UINSA Surabaya Tekankan Integrasi Ilmu dan Pembinaan Karakter dalam Kegiatan Benchmarking Ma’had Al-Jami’ah IAIN SAS Bangka Belitung

avatar Umi Habibah
Umi Habibah

118 x dilihat
UINSA Surabaya Tekankan Integrasi Ilmu dan Pembinaan Karakter dalam Kegiatan Benchmarking Ma’had Al-Jami’ah IAIN SAS Bangka Belitung

Surabaya, 13–15 Oktober 2025 — Kegiatan benchmarking bertemakan “Penguatan Tradisi Akademik dan Pembinaan Mahasantri melalui Benchmarking Ma’had Al-Jami’ah” yang dilaksanakan oleh pengelola Ma’had Al-Jami’ah beserta Humas IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung berlangsung dengan penuh kehangatan dan antusiasme di Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring kelembagaan sekaligus memperdalam pemahaman terhadap sistem pembinaan dan pengelolaan Ma’had di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN).

Kedatangan rombongan Pengelola Ma’had Al-Jami’ah  dan Humas IAIN SAS Bangka Belitung disambut hangat oleh jajaran pengurus Ma’had Al-Jami’ah UINSA Surabaya, termasuk oleh Prof. Dr. H. Ali Mudlofir, M.Ag., selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, serta Prof. Dr. H. Saiful Jazil, M.Ag., selaku Kepala Pusat Ma’had Al-Jami’ah UINSA. Kehadiran kedua tokoh akademik tersebut menjadi bukti nyata komitmen UINSA dalam memperkuat peran Ma’had sebagai pusat pembinaan karakter dan spiritualitas mahasiswa.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Ali Mudlofir, M.Ag. menyampaikan bahwa Ma’had Al-Jami’ah memiliki posisi strategis sebagai jembatan bagi mahasiswa dalam membangun kepribadian yang utuh menuju insan kamil — insan yang berilmu, berakhlak, dan berintegritas. Beliau menegaskan bahwa filosofi tersebut juga tercermin dari ikon Twin Tower yang berdiri megah di kampus UINSA, melambangkan integrasi antara ilmu sains dan nilai-nilai keagamaan. “Menjadi mahasiswa di UINSA bukan hanya tentang menempuh studi akademik, tetapi juga proses pembentukan karakter dan spiritualitas. Inilah makna integrasi ilmu yang kami terapkan, yakni knowledge, attitude, and skill,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Ali Mudlofir juga menjelaskan bahwa setiap mata kuliah di UINSA telah dirancang untuk menyisipkan nilai-nilai integratif tersebut. Pendekatan ini menjadi ciri khas UINSA dalam mewujudkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran religius dan tanggung jawab sosial. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan visi besar UINSA sebagai center of excellence dalam pengembangan ilmu keislaman yang moderat dan kontekstual dengan tantangan zaman.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Saiful Jazil, M.Ag., dalam sambutan hangatnya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan tim benchmarking dari Ma’had Al-Jami’ah IAIN SAS Bangka Belitung. Beliau menyambut baik inisiatif benchmarking ini sebagai langkah sinergis untuk memperkuat tradisi akademik dan sistem pembinaan mahasantri antar-PTKIN. “Kami dengan tangan terbuka mempersilakan rekan-rekan dari IAIN SAS Bangka Belitung untuk mempelajari bahkan mengadopsi kurikulum Kema’hadan yang kami terapkan di UINSA. Semangat berbagi dan saling belajar inilah yang akan memperkaya pengelolaan Ma’had di seluruh Indonesia,” ujar Prof. Saiful Jazil.

Selanjutnya pemaparan komprehensif mengenai kurikulum dan program Ma’had Al-Jami’ah UINSA Surabaya yang disampaikan langsung oleh Dr. Wasid, M.Fil.I, selaku Sekretaris Ma’had Al-Jami’ah UINSA, serta Bahtiyar Rifa’i, M.Pd.I, selaku Koordinator Bidang Asrama.

Dalam penjelasannya, Dr. Wasid, M.Fil.I menguraikan secara detail konsep kurikulum Kema’hadan yang dirancang untuk mendukung terbentuknya karakter insan kamil melalui perpaduan antara penguatan keilmuan, spiritualitas, dan keterampilan sosial. Kurikulum tersebut tidak hanya menitikberatkan pada aspek keagamaan seperti tahsin, tahfidz, dan tafaqquh fid-din, tetapi juga pada pengembangan kompetensi bahasa, baik Arab maupun Inggris.

Lebih lanjut, Dr. Wasid menegaskan bahwa setiap kegiatan di Ma’had Al-Jami’ah UINSA diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai integrasi keilmuan yang menjadi ciri khas UINSA. “Kurikulum Kema’hadan kami dirancang secara sistematis agar mampu melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, disiplin, dan tanggung jawab sosial yang tinggi,” ujarnya.

Pada sesi berikutnya, kegiatan benchmarking dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Bahtiyar Rifa’i, M.Pd.I, selaku Koordinator Bidang Asrama Ma’had Al-Jami’ah UINSA Surabaya, yang memaparkan secara rinci tentang program-program unggulan Ma’had Al-Jami’ah UINSA. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa seluruh program Ma’had dirancang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, serta spiritualitas mahasantri secara menyeluruh, sejalan dengan visi UINSA untuk melahirkan generasi insan kamil yang berilmu dan berakhlak mulia. “Kami menanamkan budaya hidup bersama yang penuh nilai-nilai ukhuwah, tanggung jawab, dan kemandirian. Asrama bagi kami bukan sekadar tempat tinggal, tetapi ruang pembentukan karakter dan praktik nilai-nilai keislaman sehari-hari,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan IAIN SAS Babel juga diajak untuk meninjau langsung berbagai fasilitas dan kegiatan pembinaan mahasantri di Ma’had Al-Jami’ah UINSA, termasuk kegiatan peribadahan yang dilaksanakan di pusat peribadahan khususnya di Masjid Raya Ulul Albab UINSA. Dalam kegiatan ini, Kepala Ma'had IAIN SAS Bangka Belitung diberi kesempatan untuk menyampaikan Tausiyah Subuh untuk menyampaikan motivasi kepada Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UINSA.

Melalui kegiatan ini, pengelola Ma’had Al-Jami’ah IAIN SAS Bangka Belitung mendapatkan banyak wawasan dan inspirasi baru untuk diterapkan dalam pengembangan Ma’had di kampus mereka. Benchmarking ini tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan antara kedua institusi, tetapi juga menjadi ajang berbagi praktik baik (best practices) dalam pembinaan mahasiswa berbasis nilai-nilai Islam dan keilmuan modern.

Dengan berakhirnya kegiatan pada Rabu, 15 Oktober 2025, baik UINSA maupun IAIN SAS Bangka Belitung berkomitmen untuk menganalisa hasil benchmarking dalam bidang pengembangan kurikulum, pelatihan, dan pertukaran pengalaman antar-pengelola Ma’had. Harapannya, tradisi akademik dan pembinaan mahasantri yang kuat dapat menjadi fondasi utama dalam melahirkan generasi insan kamil yang siap berkontribusi bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.