Bangka — Mengawali semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung menggelar kegiatan Yasinan dan doa bersama. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat spiritualitas sekaligus membangun kebersamaan mahasantri dalam menjalani rangkaian pembinaan di lingkungan Ma’had Al-Jami’ah.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026 ini dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Para mahasantri mengikuti pembacaan Surah Yasin yang dilanjutkan dengan doa bersama, memohon keberkahan, kemudahan dalam menuntut ilmu, serta kelancaran dalam menjalani aktivitas akademik dan program kema’hadan selama semester ganjil.
Kegiatan keagamaan tersebut tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasantri untuk melakukan refleksi dan menata kembali niat dalam menuntut ilmu. Memulai semester dengan doa diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa proses pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan akhlak dan karakter.
Kepala Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz H. Winarno, M.H.I., C.Med, dalam nasihatnya mengingatkan para mahasantri agar menjadikan awal semester sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kesungguhan dalam belajar.
“Awali setiap langkah dengan niat yang baik. Jadikan Ma’had sebagai tempat untuk belajar, berproses, dan membentuk akhlak. Jangan hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga berusaha menjadi pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi orang lain,” pesannya.
Ia juga mengajak seluruh mahasantri untuk menjaga kebersamaan serta mengikuti seluruh kegiatan Ma’had dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, kehidupan di Ma’had merupakan bagian dari proses pembentukan karakter yang akan menjadi bekal bagi mahasantri di lingkungan kampus maupun masyarakat.
“Manfaatkan waktu selama berada di Ma’had sebaik mungkin. Bangun kebiasaan baik, jaga ibadah, hormati sesama, dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Apa yang dibiasakan hari ini akan menjadi bekal untuk masa depan,” lanjutnya.
Yasinan dan doa bersama ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh mahasantri bahwa keberhasilan dalam menuntut ilmu membutuhkan ikhtiar yang disertai doa dan keteguhan hati. Dengan semangat kebersamaan dan pembinaan yang berkelanjutan, Ma’had Al-Jami’ah diharapkan terus menjadi ruang pendidikan yang mampu melahirkan mahasantri berilmu, berakhlak, disiplin, serta memiliki kepedulian sosial.
Memasuki semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027, para mahasantri diharapkan dapat menjalani seluruh program kema’hadan dengan semangat baru. Momentum doa bersama menjadi titik awal untuk membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas diri, memperkuat ukhuwah, dan meraih keberkahan dalam setiap proses pembelajaran.