Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah Gelar Rutinan Yasinan dan Doa Bersama, Pengasuh Sampaikan Pesan untuk Mahasantri

avatar Umi Habibah
Umi Habibah

7 x dilihat
Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah Gelar Rutinan Yasinan dan Doa Bersama, Pengasuh Sampaikan Pesan untuk Mahasantri

 

Bangka, Agustus 2026 — Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung kembali melaksanakan kegiatan rutin Yasinan dan doa bersama sebagai bagian dari pembinaan keagamaan dan penguatan spiritualitas para mahasantri. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat, penuh kekeluargaan, dan menjadi salah satu agenda rutin yang dilaksanakan di lingkungan Ma’had Al-Jami’ah.

Kegiatan Yasinan dan doa bersama diikuti oleh seluruh mahasantri dengan penuh antusias. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Ma’had Al-Jami’ah, H. Winarno, M.H.I., C.Med., para Pengasuh Ma’had, serta para Koordinator Bidang. Kehadiran para pengelola Ma’had menjadi bentuk pendampingan sekaligus perhatian terhadap perkembangan spiritual dan karakter para mahasantri selama menjalani kehidupan di Ma’had.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan dan berkumpulnya para mahasantri di tempat kegiatan. Dengan suasana yang tenang, seluruh peserta kemudian bersama-sama membaca Surah Yasin yang dilanjutkan dengan doa bersama. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar Ma’had Al-Jami’ah untuk memanjatkan doa, memohon keberkahan, keselamatan, kemudahan dalam menuntut ilmu, serta kebaikan bagi seluruh civitas akademika dan keluarga besar IAIN SAS Bangka Belitung.

Menumbuhkan Tradisi Keagamaan

Rutinan Yasinan dan doa bersama merupakan salah satu bentuk pembinaan keagamaan yang memiliki peran penting dalam kehidupan para mahasantri. Di tengah aktivitas perkuliahan dan berbagai program kema’hadan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasantri untuk sejenak menenangkan diri, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta membangun kebersamaan dengan sesama penghuni Ma’had.

Kegiatan keagamaan yang dilakukan secara rutin juga diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif bagi para mahasantri. Tidak hanya sekadar membaca Yasin dan berdoa bersama, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan dalam beribadah, kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta kesadaran bahwa kehidupan sebagai mahasiswa perlu diimbangi dengan kekuatan spiritual.

Kepala Ma’had Al-Jami’ah, H. Winarno, M.H.I., C.Med., bersama jajaran pengelola terus memberikan perhatian terhadap pembinaan karakter para mahasantri. Kehidupan di Ma’had tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga menjadi ruang pembentukan akhlak, kedisiplinan, kemandirian, serta kemampuan bersosialisasi.

Pesan Pengasuh kepada Mahasantri

Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Karyono, M.Pd.I., turut menyampaikan pesan dan nasihat kepada seluruh mahasantri. Ia mengingatkan agar para mahasantri dapat memanfaatkan masa tinggal di Ma’had sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperdalam ilmu pengetahuan dan keagamaan.

Ustadz Karyono menyampaikan bahwa kehidupan di Ma’had merupakan bagian dari proses pembentukan diri. Karena itu, setiap kegiatan yang dilaksanakan hendaknya tidak hanya dipandang sebagai rutinitas, tetapi memiliki nilai pendidikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Para mahasantri juga diingatkan untuk senantiasa menjaga adab dan akhlak, baik kepada pengelola Ma’had, sesama mahasantri, dosen, maupun seluruh civitas akademika. Menurutnya, ilmu yang dimiliki akan semakin bernilai apabila disertai dengan akhlak yang baik.

Lebih lanjut, ia berpesan agar para mahasantri ke depannya semakin meningkatkan kedisiplinan dan kesungguhan dalam mengikuti seluruh program Ma’had. Kegiatan pembinaan keagamaan, bahasa, tahsin dan tahfidz, serta berbagai kegiatan lainnya hendaknya diikuti dengan penuh tanggung jawab.

“Jangan sampai waktu selama berada di Ma’had hanya berlalu begitu saja. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, memperbaiki ibadah, membangun kebiasaan baik, dan membentuk karakter. Apa yang diperoleh di Ma’had diharapkan dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” pesan Ustadz Karyono kepada para mahasantri.

Ia juga mengajak seluruh mahasantri untuk menjaga kekompakan dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Kehidupan bersama di Ma’had, menurutnya, merupakan kesempatan untuk belajar memahami karakter orang lain, menghargai perbedaan, membangun komunikasi yang baik, serta menumbuhkan rasa saling peduli.

Memperkuat Kebersamaan Keluarga Ma’had

Selain sebagai kegiatan ibadah, Yasinan dan doa bersama juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pengelola dan mahasantri. Kehadiran Kepala Ma’had, Pengasuh, dan para Koordinator Bidang memberikan suasana kekeluargaan yang semakin terasa dalam kegiatan tersebut.

Interaksi antara pengelola dan mahasantri diharapkan tidak hanya berlangsung dalam kegiatan formal, tetapi juga terbangun melalui kegiatan-kegiatan keagamaan dan kebersamaan seperti Yasinan dan doa bersama. Dengan komunikasi yang baik, berbagai pembinaan di Ma’had dapat berjalan secara lebih efektif.

Para mahasantri juga diharapkan dapat menjadikan kegiatan rutin tersebut sebagai ruang untuk saling mendoakan dan memberikan dukungan. Kesibukan perkuliahan, tugas akademik, dan berbagai aktivitas lainnya tentu membutuhkan keseimbangan dengan kegiatan spiritual agar para mahasantri tetap memiliki ketenangan dan keteguhan dalam menjalani proses pendidikan.

Bekal Menuju Masa Depan

Rutinan Yasinan dan doa bersama menjadi salah satu ikhtiar Ma’had Al-Jami’ah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang religius dan kondusif. Para mahasantri tidak hanya dibekali dengan pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk memiliki kebiasaan beribadah dan karakter yang kuat.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sebagai bagian dari tradisi positif di Ma’had Al-Jami’ah. Semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan ketakwaan yang dibangun melalui kegiatan-kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para mahasantri dalam menjalani kehidupan akademik maupun kehidupan bermasyarakat.

Pada akhirnya, keberadaan Ma’had Al-Jami’ah bukan hanya menjadi tempat tinggal bagi para mahasiswi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan untuk membentuk generasi muda yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial. Melalui kegiatan Yasinan, doa bersama, pembinaan keagamaan, serta berbagai program kema’hadan lainnya, para mahasantri diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kematangan spiritual.

Kegiatan Yasinan dan doa bersama pun ditutup dengan doa yang dipanjatkan bersama. Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menjadi penutup kegiatan, sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh mahasantri bahwa perjalanan menuntut ilmu membutuhkan kesungguhan, doa, kedisiplinan, dan akhlak yang baik.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, keluarga besar Ma’had Al-Jami’ah berharap seluruh mahasantri dapat terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu serta mampu membawa nilai-nilai positif yang diperoleh selama berada di Ma’had ke lingkungan kampus, keluarga, dan masyarakat.