Bangka – Kepala UPT Ma'had Al-Jami'ah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, H. Winarno, M.H.I., C.Med., memberikan pengarahan kepada seluruh calon Mahasantri Tahun Akademik 2026/2027 sebelum pelaksanaan tes wawancara, kemampuan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, serta tes baca Al-Qur'an yang berlangsung di Aula Ma'had Al-Jami'ah pukul 07.00 WIB - 07.25 WIB. Kegiatan tersebut turut dihadiri para orang tua atau wali dari sebagian calon Mahasantri sebagai bentuk transparansi sekaligus pengenalan awal terhadap sistem pembinaan yang diterapkan di lingkungan Ma'had Al-Jami'ah.
Dalam sambutannya, H. Winarno menegaskan bahwa Ma'had Al-Jami'ah bukan sekadar tempat tinggal bagi mahasiswa baru, melainkan lembaga pembinaan karakter, keagamaan, dan kebahasaan yang menjadi bagian penting dari proses pendidikan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Oleh karena itu, setiap Mahasantri diharapkan memiliki komitmen, kedisiplinan, serta kesiapan mengikuti seluruh aturan yang telah ditetapkan.
Ia menjelaskan bahwa kehidupan di Ma'had Al-Jami'ah menerapkan sistem pembinaan yang disiplin. Salah satu aturan yang ditekankan adalah mengenai izin keluar asrama. Mahasantri tidak diperkenankan pulang ke rumah secara bebas tanpa mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga efektivitas proses pembinaan, kedisiplinan, serta keberlangsungan seluruh program yang telah dijadwalkan.
"Sejak awal kami ingin menyampaikan kepada calon Mahasantri maupun para wali bahwa pembinaan di Ma'had memiliki aturan yang harus dipatuhi bersama. Mahasantri tidak bisa keluar atau pulang sesuka hati karena seluruh aktivitas telah dirancang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, H. Winarno juga memaparkan bahwa program pembinaan Ma'had Al-Jami'ah merupakan implementasi kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia yang saat ini telah diterapkan di berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Program kema'hadan difokuskan pada penguatan kompetensi keagamaan dan kebahasaan mahasiswa melalui pembelajaran intensif Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, program Tahsinul Qira'ah, serta pembinaan ibadah kemasyarakatan.
Menurutnya, ketiga program tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi proses akademik maupun kehidupan bermasyarakat. Selain meningkatkan kemampuan berbahasa asing, Mahasantri juga dibina agar memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar serta memiliki kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.
Selain memperkenalkan program pembinaan, Kepala Ma'had juga menjelaskan berbagai aturan yang berlaku selama menjadi Mahasantri. Ia menegaskan bahwa setiap pelanggaran terhadap tata tertib akan dikenakan sanksi sesuai tingkat pelanggaran yang dilakukan. Penerapan sanksi tersebut bertujuan membangun budaya disiplin, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan yang telah disepakati bersama.
"Aturan dibuat bukan untuk membatasi, tetapi sebagai sarana pendidikan karakter. Kami berharap seluruh Mahasantri dapat menjalankan aturan dengan penuh kesadaran sehingga tercipta lingkungan Ma'had yang tertib, nyaman, dan kondusif," ungkapnya.
Dalam aspek administrasi, H. Winarno turut menjelaskan mengenai biaya pembinaan di Ma'had Al-Jami'ah. Ia menyampaikan bahwa biaya sewa gedung yang disetor ke Negara sebesar Rp500.000 setiap semester, sedangkan biaya operasional sebesar Rp150.000 setiap bulan digunakan untuk mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan pembinaan dan operasional Ma'had.
Ia juga memberikan penjelasan mengenai penggunaan uang pendaftaran sebesar Rp200.000. Dana tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi peserta selama pelaksanaan tes wawancara, konsumsi pada kegiatan orientasi calon Mahasantri, penyediaan hadiah berbagai perlombaan selama masa orientasi, sedangkan sisa dana akan dimasukkan ke dalam kas Mahasantri sebagai modal awal pelaksanaan berbagai kegiatan kemahasantrian di lingkungan Ma'had Al-Jami'ah.
Lebih lanjut, Kepala Ma'had menjelaskan bahwa selain mengikuti program pembelajaran, Mahasantri juga akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan pendukung yang bertujuan membentuk karakter kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu kegiatan rutin yang akan dilaksanakan adalah gotong royong dan pembersihan lingkungan Ma'had secara berkala sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pembiasaan hidup bersih.
Sementara itu, mengenai kebutuhan perlengkapan selama tinggal di Ma'had, H. Winarno menyampaikan bahwa daftar peralatan yang harus dipersiapkan oleh calon Mahasantri akan diumumkan secara resmi melalui grup komunikasi calon Mahasantri sehingga seluruh peserta dapat mempersiapkannya sebelum masa orientasi dan mulai menetap di asrama.
Tidak hanya memberikan pengarahan kepada calon Mahasantri, H. Winarno juga menyampaikan beberapa informasi kepada para orang tua dan wali yang hadir. Ia mengimbau agar para wali tidak khawatir terhadap sistem pembinaan di Ma'had karena pihak pengelola tetap membuka ruang komunikasi dengan keluarga. Orang tua maupun wali diperbolehkan berkunjung pada hari apa saja sesuai ketentuan yang berlaku. Bahkan, apabila berasal dari luar daerah dan membutuhkan tempat bermalam, Ma'had Al-Jami'ah telah menyiapkan kamar tamu yang dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas menginap bagi para wali Mahasantri.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk pelayanan Ma'had kepada keluarga Mahasantri sekaligus mempererat hubungan antara pengelola, Mahasantri, dan orang tua dalam mendukung keberhasilan proses pembinaan.
Kegiatan pengarahan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Para calon Mahasantri beserta wali memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memahami berbagai ketentuan, program, serta sistem pembinaan yang akan dijalani selama menjadi bagian dari keluarga besar Ma'had Al-Jami'ah. Setelah pengarahan selesai, seluruh peserta mengikuti rangkaian seleksi yang meliputi tes wawancara, tes kemampuan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, serta tes baca Al-Qur'an sebagai tahapan awal penerimaan Mahasantri Baru Tahun Akademik 2026/2027.
Melalui pengarahan tersebut, diharapkan seluruh calon Mahasantri telah memiliki gambaran yang utuh mengenai kehidupan di Ma'had Al-Jami'ah sehingga mampu mempersiapkan diri secara mental, akademik, maupun spiritual untuk mengikuti seluruh proses pembinaan yang menjadi ciri khas pendidikan di Ma'had Al-Jami'ah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung.