Sambut Tahun Akademik 2026/2027, Mahasantri Baru Mulai Berdatangan ke Ma’had Al-Jami’ah IAIN SAS Babel

avatar Umi Habibah
Umi Habibah

16 x dilihat
Sambut Tahun Akademik 2026/2027, Mahasantri Baru Mulai Berdatangan ke Ma’had Al-Jami’ah IAIN SAS Babel

Bangka - Suasana Ma’had Al-Jami’ah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (IAIN SAS) Bangka Belitung mulai dipenuhi aktivitas sejak Sabtu, 8 Agustus 2026. Para mahasantri baru Tahun Akademik 2026/2027 mulai berdatangan untuk menempati asrama sekaligus memulai rangkaian kehidupan baru sebagai bagian dari keluarga besar Ma’had Al-Jami’ah.

Kedatangan mahasantri baru dijadwalkan paling lambat pukul 14.00 WIB. Sejak pagi, satu per satu mahasantri datang bersama orang tua maupun keluarga yang mengantarkan mereka menuju lingkungan Ma’had.

Momen kedatangan tersebut tidak hanya menjadi proses administrasi dan penempatan kamar, tetapi juga menjadi awal perjalanan para mahasantri dalam mengikuti pembinaan keagamaan, intensif bahasa, penguatan karakter, serta berbagai program lainnya selama menjalani pendidikan di IAIN SAS Bangka Belitung.

Para mahasantri baru berasal dari berbagai wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Mereka datang dari Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka Tengah, serta Kota Pangkalpinang.

Keberagaman daerah asal tersebut menjadi salah satu warna tersendiri dalam kehidupan Ma’had. Para mahasantri yang sebelumnya tumbuh dalam lingkungan keluarga dan daerah yang berbeda kini dipertemukan dalam satu lingkungan pendidikan dengan tujuan yang sama, yakni menuntut ilmu, memperkuat pemahaman keislaman, serta membangun karakter sebagai mahasiswa yang berakhlak dan berintegritas.

Sejumlah orang tua tampak mendampingi putri mereka hingga proses penerimaan di Ma’had selesai. Bagi sebagian keluarga, momen tersebut menjadi pengalaman emosional tersendiri karena untuk pertama kalinya anak mereka akan menjalani kehidupan di lingkungan asrama sekaligus belajar mengelola kehidupan secara lebih mandiri.

Kedatangan mahasantri baru juga menjadi momentum bagi pengelola Ma’had untuk memperkenalkan lingkungan, tata tertib, budaya kehidupan asrama, serta berbagai kegiatan yang akan dijalani selama menjadi mahasantri.

Kepala Ma’had Al-Jami’ah IAIN SAS Bangka Belitung, H. Winarno, M.H.I., C.Med., menegaskan bahwa Ma’had bukan sekadar tempat tinggal bagi mahasiswa. Menurutnya, keberadaan Ma’had memiliki fungsi penting dalam membentuk mahasiswa agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter, kedisiplinan, wawasan keislaman, dan kemampuan sosial yang baik.

Dalam wawancara terkait kedatangan mahasantri baru Tahun Akademik 2026/2027, H. Winarno menyampaikan harapannya agar para mahasantri dapat memanfaatkan kesempatan tinggal dan belajar di Ma’had dengan sebaik-baiknya.

“Kami berharap para mahasantri baru ini dapat mengikuti seluruh proses pembinaan di Ma’had dengan sungguh-sungguh. Jangan melihat Ma’had hanya sebagai tempat untuk tinggal selama kuliah, tetapi jadikan Ma’had sebagai tempat untuk belajar, membentuk karakter, meningkatkan kemampuan, dan memperkuat nilai-nilai keislaman,” ujar H. Winarno.

Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan di Ma’had memiliki aturan dan budaya yang harus dipatuhi bersama. Aturan tersebut, bukan semata-mata untuk membatasi ruang gerak mahasantri, melainkan sebagai bagian dari proses pendidikan kedisiplinan dan pembentukan tanggung jawab.

Menurutnya, mahasiswa yang tinggal di Ma’had akan mendapatkan pengalaman yang berbeda dibandingkan kehidupan di luar asrama. Mereka dituntut untuk mampu mengatur waktu, menjaga kebersihan, menghormati sesama, mengikuti kegiatan pembinaan, serta bertanggung jawab terhadap berbagai kewajiban yang telah ditetapkan.

“Kami ingin mereka belajar disiplin. Disiplin dalam waktu, disiplin dalam ibadah, disiplin mengikuti kegiatan, dan disiplin dalam menjalankan tanggung jawab. Semua itu akan menjadi bekal penting bagi mereka, bukan hanya selama menjadi mahasiswa, tetapi juga ketika mereka terjun ke tengah masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Kepala Ma’had berharap para mahasantri baru tidak hanya mengikuti kegiatan secara formalitas. Setiap program yang diberikan diharapkan dapat diikuti dengan kesadaran dan semangat untuk mengembangkan diri.

Program pembinaan di Ma’had mencakup sejumlah aspek, mulai dari pembinaan keagamaan, tahsin dan tahfidz Al-Qur’an, hingga penguatan kemampuan bahasa asing, khususnya Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

H. Winarno berharap para mahasantri dapat melihat setiap kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk meningkatkan kemampuan.

“Kami berharap mereka tidak hanya menjadi mahasiswa yang baik secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik, memahami dasar-dasar keagamaan, memiliki kemampuan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, serta mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik,” tuturnya.

Ia menambahkan, kemampuan tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. Mahasiswa dituntut tidak hanya memiliki pengetahuan sesuai bidang akademiknya, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi, kemampuan beradaptasi, serta karakter yang kuat.

Karena itu, para mahasantri diharapkan mampu memanfaatkan lingkungan Ma’had sebagai ruang untuk belajar dan bertumbuh bersama.

Kehidupan asrama juga diharapkan dapat menjadi sarana bagi para mahasantri untuk belajar hidup mandiri. Tinggal bersama dengan mahasiswa lain dari berbagai latar belakang membuat mereka harus mampu membangun komunikasi dan hubungan sosial yang sehat.

Perbedaan karakter, kebiasaan, daerah asal, dan latar belakang keluarga merupakan bagian dari dinamika kehidupan Ma’had. Perbedaan tersebut diharapkan tidak menjadi sumber perpecahan, tetapi justru menjadi kesempatan untuk belajar saling memahami dan menghargai.

“Di Ma’had mereka akan bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah. Ada yang dari Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka Tengah, Pangkalpinang dan daerah lainnya. Jadikan perbedaan itu sebagai kekuatan untuk saling belajar,” pesan H. Winarno.

Ia juga berpesan agar para mahasantri senior dapat membantu membimbing dan mendampingi mahasantri baru selama proses adaptasi.

Menurutnya, lingkungan Ma’had harus dibangun sebagai ruang pendidikan yang nyaman, aman, dan penuh kekeluargaan.

“Kita ingin mereka merasa bahwa Ma’had ini adalah rumah kedua. Karena itu, harus ada sikap saling menghormati, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan,” ujarnya.

Ia menginginkan agar setelah menyelesaikan masa pembinaan di Ma’had, para mahasantri tidak hanya membawa pengalaman akademik, tetapi juga membawa kebiasaan baik yang terus melekat dalam kehidupan mereka.

“Kami berharap ketika mereka nanti keluar dari Ma’had, ada perubahan yang positif. Mereka menjadi lebih disiplin, lebih mandiri, lebih baik ibadahnya, lebih baik akhlaknya, dan memiliki kemampuan yang dapat mereka gunakan untuk masa depan,” katanya.

Kedatangan mahasantri baru pada Sabtu, 8 Agustus 2026, menjadi penanda dimulainya perjalanan baru bagi para mahasiswa Tahun Akademik 2026/2027 di lingkungan Ma’had Al-Jami’ah.

Kepala Ma’had pun berpesan agar para mahasantri tidak takut menghadapi proses baru tersebut.

“Selamat datang kepada seluruh mahasantri baru Tahun Akademik 2026/2027. Jadikan kesempatan ini sebagai awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Nikmati prosesnya, ikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh, hormati para pembina dan sesama teman, serta jangan takut untuk belajar dan mencoba hal-hal baru,” kata H. Winarno.

Ia menutup dengan harapan agar seluruh mahasantri dapat menjalani kehidupan di Ma’had dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

“Semoga seluruh mahasantri diberikan kemudahan dalam belajar, diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan. Harapan kami, mereka dapat menyelesaikan pendidikan di IAIN SAS Bangka Belitung dengan prestasi yang baik dan menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama,” pungkasnya.

Kedatangan mahasantri baru tersebut sekaligus menjadi awal dari perjalanan pembinaan Tahun Akademik 2026/2027 di Ma’had Al-Jami’ah IAIN SAS Bangka Belitung. Dari lingkungan asrama inilah diharapkan tumbuh generasi mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter keislaman, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.