Bangka – UPT Ma'had Al-Jami'ah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Mahasantri dan Mahasiswa Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Selasa, 14 Juli 2026, bertempat di Aula Ma'had Al-Jami'ah. Kegiatan ini diikuti oleh para mahasantri Ma'had Al-Jami'ah serta sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di Indonesia, di antaranya UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan UIN Sumatera Utara Medan, yang akan melaksanakan program KKN di berbagai desa di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Program KKN yang diikuti para mahasiswa tersebut tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Bangka Belitung. Bahkan, sebagian peserta akan menjalankan pengabdian dalam skema kerja sama lintas daerah dan lintas provinsi, sehingga mereka akan berinteraksi langsung dengan masyarakat yang memiliki latar belakang budaya, adat istiadat, dan karakter sosial yang beragam. Kondisi tersebut menjadi alasan penting diselenggarakannya pembekalan agar seluruh peserta memiliki kesiapan mental, akademik, sosial, dan spiritual sebelum terjun ke tengah masyarakat.
Pembekalan tidak hanya difokuskan pada aspek teknis pelaksanaan KKN, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, etika bermasyarakat, komunikasi yang santun, serta pentingnya menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi pengabdian.
Dalam arahannya, Kepala UPT Ma'had Al-Jami'ah, H. Winarno, M.H.I., C.Med., menegaskan bahwa program Kuliah Kerja Nyata bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan merupakan momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, membangun kepedulian sosial, dan mengasah kemampuan beradaptasi dengan kehidupan masyarakat.
Beliau menyampaikan bahwa mahasiswa merupakan representasi kampus di tengah masyarakat. Oleh karena itu, setiap sikap, ucapan, dan tindakan yang ditunjukkan selama menjalankan KKN akan menjadi cerminan kualitas lembaga pendidikan asal masing-masing.
"Kuliah Kerja Nyata adalah ruang belajar yang sesungguhnya. Di desa, kalian tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga belajar tentang kehidupan, nilai-nilai kebersamaan, kearifan lokal, dan bagaimana menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain. Jadilah mahasiswa yang hadir sebagai solusi, bukan menjadi beban bagi masyarakat."
Lebih lanjut, beliau mengingatkan pentingnya menjaga akhlak, kedisiplinan, dan etika komunikasi selama berada di lokasi KKN. Menurutnya, keberhasilan seorang mahasiswa dalam melaksanakan pengabdian tidak hanya diukur dari banyaknya program kerja yang terlaksana, tetapi juga dari kemampuan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat, aparatur desa, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen yang terlibat.
Beliau juga berpesan agar para peserta senantiasa menghormati budaya dan adat istiadat masyarakat setempat. Mahasiswa diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan tanpa menghilangkan identitas sebagai insan akademis yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, toleransi, serta semangat moderasi beragama.
"Ketika kalian memasuki sebuah desa, datanglah dengan rendah hati. Dengarkan masyarakat sebelum berbicara, pahami kebutuhan mereka sebelum menawarkan program. Jangan merasa paling tahu hanya karena kalian datang dari perguruan tinggi. Justru masyarakat memiliki banyak kearifan yang dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita semua."
Selain itu, beliau menekankan pentingnya menjaga kekompakan antarpeserta KKN. Menurutnya, tantangan di lapangan akan lebih mudah dihadapi apabila setiap anggota tim mampu membangun komunikasi yang baik, saling menghargai perbedaan pendapat, serta bekerja sama dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala UPT Ma'had Al-Jami'ah juga mengingatkan agar mahasiswa memanfaatkan teknologi secara bijaksana. Dokumentasi kegiatan dan publikasi melalui media sosial hendaknya digunakan untuk menyebarkan inspirasi, edukasi, dan nilai-nilai positif, bukan sekadar mengejar popularitas ataupun konten yang bersifat sensasional.
Beliau juga memberikan motivasi kepada mahasiswa yang berasal dari luar daerah agar menjadikan Bangka Belitung sebagai ruang belajar yang kaya akan nilai budaya, kerukunan, dan kearifan masyarakat Melayu. Menurutnya, pengalaman berinteraksi dengan masyarakat Bangka Belitung akan menjadi bekal berharga dalam membentuk karakter kepemimpinan dan memperluas wawasan kebangsaan.
"Kalian datang dari berbagai daerah dengan latar belakang yang berbeda-beda. Jadikan keberagaman itu sebagai kekuatan untuk saling belajar dan saling melengkapi. Bangun persaudaraan, karena KKN bukan hanya meninggalkan jejak pengabdian di masyarakat, tetapi juga membangun jejaring persahabatan yang akan menjadi modal di masa depan."
Beliau mengajak seluruh peserta untuk senantiasa menjaga ibadah, keikhlasan, serta integritas selama menjalankan amanah pengabdian. Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari laporan akhir atau nilai akademik, tetapi juga dari kebermanfaatan yang dirasakan masyarakat serta perubahan positif yang mampu ditinggalkan oleh mahasiswa.
Beliau berharap seluruh peserta dapat kembali ke kampus dengan membawa pengalaman, pembelajaran, dan kedewasaan yang lebih baik, sehingga mampu menjadi generasi intelektual yang memiliki kepedulian sosial, berakhlak mulia, serta siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Kegiatan pembekalan berlangsung dengan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi, mengajukan berbagai pertanyaan terkait tantangan yang mungkin dihadapi selama pelaksanaan KKN, serta berbagi pengalaman mengenai kondisi sosial di daerah penempatan masing-masing. Suasana hangat dan interaktif tersebut semakin memperkuat semangat para mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab.
Melalui kegiatan pembekalan ini, UPT Ma'had Al-Jami'ah berharap seluruh peserta KKN memiliki kesiapan yang matang, baik dari sisi akademik, mental, spiritual, maupun sosial. Dengan bekal tersebut, para mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta membawa nama baik perguruan tinggi di mana pun mereka melaksanakan pengabdian.